Karawang, Online_datapublik.com - Dalam langkah strategis menuju percepatan pembangunan nasional, pelantikan gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, menuai antusiasme dan optimisme dari berbagai lapisan masyarakat.
Presiden yang dikenal dengan latar belakangnya sebagai mantan anggota TNI dan jiwa prajuritnya ini diyakini akan menerapkan gaya kepemimpinan yang tegas dan disiplin yang mengutamakan satu komando dari pusat hingga ke daerah. Kebijakan ini diharapkan dapat menyamakan antara visi dan misi seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari gubernur, bupati, camat, kepala desa, hingga tingkat paling bawah yaitu seperti kepala dusun, RW, dan RT.
Dalam hal ini, Budi Georn selaku Ketua Forum Masyarakat Karaba Bersatu (FMKB) menyatakan bahwa pelantikan pejabat daerah yang dipimpin langsung oleh Presiden ini sangat menarik. Semua pejabat, tanpa kecuali, berada di bawah satu komando.
“Tentunya hal ini memastikan bahwa setiap kebijakan yang ditetapkan dari pusat akan tersalurkan secara efektif ke seluruh lapisan pemerintahan,” tuturnya, Jumat (21/2).
Ia menambahkan, pendekatan kepemimpinan Presiden Prabowo yang tegas ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam percepatan pembangunan di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
“Kami sangat optimis bahwa dengan sistem satu komando, kebijakan yang telah dirancang akan langsung dijalankan dan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Budi Georn juga mengapresiasi kebijakan inovatif yang telah diterapkan oleh beberapa pemimpin daerah, seperti Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
Dedi yang dikenal menerapkan konsep kepemimpinan leluhur telah melakukan perombakan kebijakan yang sebelumnya dianggap kurang efektif menjadi lebih sederhana dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Pola kepemimpinan semacam ini perlu diikuti oleh para bupati, camat, dan kepala desa di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Sebagai simbol persatuan dan kesatuan, Georn juga mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam pepatah.
“Sarendeuk saigel sabobot sapihanean, sabata sarimbagan” yang berarti “selalu bersama-sama, tak pernah bertengkar karena berbeda,” pungkasnya.
( alim )